INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh
INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ... ( oh
please... )
INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi
INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin ( Kaya sandiwara
Brama
kumbara )
INDONESIA : 'Pasukaaan bubar jalan !!!'
MALAYSIA : 'Pasukaaan cerai berai !!!'......(Oh
my Good)
INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( Ga gila
dwoong..)
INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA : hospital korban lelaki ( bener juga
sih....)
Ha........ha.
.......
INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit
INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut
INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan
( Migrant..kaleee )
INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( yuu
marie….)
INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah
INDONESIA : gratis bicara 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit
INDONESIA : tidak bisa
MALAYSIA : tak boleh
INDONESIA : WC
MALAYSIA : tandas
INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling
INDONESIA : Aduk
MALAYSIA : Kacau
INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk
datar
INDONESIA : 7 putaran
MALAYSIA : 7 pusingan
INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar (baah..)
INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan Negara
INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk
INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan
INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku
INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang (....)
INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang (telentang ????.....:-)
INDONESIA : Air Hangat
MALAYSIA : Air Suam
INDONESIA : Terasi
MALAYSIA : Belacan (hm...sama dg bahasa
melayu ptk)
INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam
INDONESIA : Sepatu
MALAYSIA : Kasut (temennya
kasur)
INDONESIA : Ban
MALAYSIA : Tayar (Tonjok….kalo bahasa Jatim)
INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan jauh (maksudnya???)
INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk (weleh)
INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual
INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat
INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar (Ya emang
kalo
sering main ke Bandar..jadinya pusing terus)
INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal (suntik kale..)
INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan
INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok (Kena RUU pornografi l…
lho)
INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang ........
(ahhahhahah. ....)
INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila ……..(Gubug Derita …
kaleee)
INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila
(yg gila jd sapa....hehehe...)
INDONESIA : narkoba
MALAYSIA : dadah (?????)
INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : Pintu kecemasan (Pintu Gelisah ….)
INDONESIA : hantu Pocong
MALAYSIA : hantu Bungkus ( pesen 1, satu
bang…)
INDONESIA : Kipas Angin
MALAYSIA : Mesin Tiup (hehe....)
Selasa, 05 Juli 2011
Senin, 11 April 2011
AINI KU SAYANG
Aini, masih seperti dulukah engkau, masih berpijakkah engkau di rumah indahmu yang penuh dengan kedamaian hati. Kau membuatku tersadar ketika itu, membuat hidupku yang terasa sepi menjadi hingar bingar penuh dengan cahaya, warna, dan harmonisasi suara yang selalu membuat relung batinku menggeliat mencari-cari kebenaran tentang hidup
yang sebenarnya, yang bisa memberi makna, kebaikan dan manfaat dalam nyata, bukan hanya cahaya, warna maupun suara keterasingan. Kau dan aku memang berbeda, perbedaan yang membuat kita terpisah ribuan mil dari negeri leluhur kita. Aku hidup seperti berada di awang-awang, begitu tinggi hingga bisa kurengkuh semuanya, tapi seakan-akan aku tak berpijak di bumi, hingga aku tak begitu mengenal secara dekat bahwa hidupku begitu beruntung, semantara kau hidup di dasar bumi, hingga kau mengenal semua yang tumbuh di sekitar tubuhmu yang anggun, kau menjadi begitu bermakna dan kau mengenal benar arti keberuntungan.
Dari engkau juga aku akhirnya mengenal tanah leluhurku, Indonesia. Negara yang awalnya aku anggap sebagai sarangnya bencana dan kekisruhan. Tapi kau menyadarkanku akan indahnya negeri ini, akan berbagai keragamannya, potensinya dan keramahan bangsanya. Kau juga memberiku pencerahan tentang keberuntungan yang aku peroleh di negeri asing bersama papa, mama dan
keluargaku yang lain
Setahun lalu aku betemu kau di kota yang sangat sejuk. Masih saja teringat olehku saat aku didera kebingungan, kau menyapaku dengan lembut. Aku juga masih ingat kata-katamu, “Mau sayurannya?” tiba-tiba saja kau sudah berdiri di depanku. “For Free?” aku kaget. Si gadis tersenyum, “Yap! For Free! Gratis alias teu kudu mayar!” Aku mengernyitkan dahi mendengar kalimat terakhir yang agak aneh di telingaku: gratis dan teu kudu mayar! Gratis, aku tahu. Tapi, “teu kudu mayar?” Aku cuma bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Di hari ketiga aku berkesempatan mengunjungi rumahmu. Banyak tanaman hias bergantungan dari tiang-tiang rumah. Kecil dan mungil. Dan aku dibuat tercengang dengan apa yang kudapati di rumah ini. Kau ternyata hanya hidup berdua saja dengan adikmu. Kau bilang orang tuamu sudah tak ada, sungguh aku terhenyak mendapati itu semua hingga tak lagi bisa berfikir bagai mana kau bisa menghidupi diri. “Kami dapat beasiswa. Aku juga nyambi jadi guide. Setiap aku berhasil membawa tamu menginap, aku mendapat komisi”. Aku tercengang. Aku tak mampu berbuat apa-apa. Pertemuanku dengan engkau membuatku seperti berada di dunia lain, yang tidak pernah aku rasakan.
Ada nilai-nilai yang selama ini aku abaikan. Nilai kemanusiaan yang utuh, yang tak pernah aku rasakan di Amerika, bersama teman-teman di kampusku. Bersama dengan Diana, pacarku. Bahkan bersama papa dan mama. Uang begitu mudah aku peroleh dan aku hambur-hamburkan sesuka hati. Aku kembali berfikir tentang semua yang pernah kujalani, bersama papa, mama, teman-temanku juga bersama Diana. Papa adalah seorang pejabat kedutaan yang selalu berganti tugas ke berbagai negara, sementara mama juga sibuk mendampingi papa mengikuti berbagai aktifitas di tempat papa ditugaskan. Karena alasan di atas tersebut aku jadi buta tentang negeri leluhurku, Indonesia.
Sepanjang hidupku, aku baru sekali berpacaran dengan gadis Indonesia. Tapi, Diana bukan gadis Indonesia asli. Dia sudah multikultur dan jauh lebih Amerika ketimbang gadis Amerika sendiri. Dan aku merasa bosan berpacaran dengan Angel. Tak ada sesuatu yang bisa mengisi relung hatinya. Hampa. Semu. Seperti jika dia sedang menenggak bir, lalu mabuk sesaat, bercumbu, orgasme dan tertidur, saat bangun, semua selesai. Tak tersisa. Sementara kau Aini, begitu anggun, kau penuh keriangan dan kesederhanaan. Kau memiliki harga diri yang teramat tinggi, hingga jabatan tanganku saja tak kau terima dengan serta merta, kau hanya merapatkan kedua telapak tanganmu di dada dan tersenyum penuh suka cita, tetapi kau adalah cahaya kehidupan dalam gelapku. Kau memang tak mudah disentuh tapi kau tak ragu memberi penerangan pada kehidupanku, kau seperti pualam, mahal dan tak bisa sembarangan disentuh.
Setahun lalu aku memang tak pernah menyadari apa yang terjadi, tapi saat ini aku begitu rindu sosokmu, begitu rindu senyum cerahmu yang tulus, tawa riangmu yang penuh makna, semangat hidupmu yang begitu bergelora, bukan hanya untukmu tapi untuk semua yang ada disekitarmu. Sungguh aku baru sadar jika aku jatuh cinta padamu, jatuh cinta sejak setahun lalu hingga kini aku ingin kembali bertemu.
yang sebenarnya, yang bisa memberi makna, kebaikan dan manfaat dalam nyata, bukan hanya cahaya, warna maupun suara keterasingan. Kau dan aku memang berbeda, perbedaan yang membuat kita terpisah ribuan mil dari negeri leluhur kita. Aku hidup seperti berada di awang-awang, begitu tinggi hingga bisa kurengkuh semuanya, tapi seakan-akan aku tak berpijak di bumi, hingga aku tak begitu mengenal secara dekat bahwa hidupku begitu beruntung, semantara kau hidup di dasar bumi, hingga kau mengenal semua yang tumbuh di sekitar tubuhmu yang anggun, kau menjadi begitu bermakna dan kau mengenal benar arti keberuntungan.
Dari engkau juga aku akhirnya mengenal tanah leluhurku, Indonesia. Negara yang awalnya aku anggap sebagai sarangnya bencana dan kekisruhan. Tapi kau menyadarkanku akan indahnya negeri ini, akan berbagai keragamannya, potensinya dan keramahan bangsanya. Kau juga memberiku pencerahan tentang keberuntungan yang aku peroleh di negeri asing bersama papa, mama dan
keluargaku yang lain
Setahun lalu aku betemu kau di kota yang sangat sejuk. Masih saja teringat olehku saat aku didera kebingungan, kau menyapaku dengan lembut. Aku juga masih ingat kata-katamu, “Mau sayurannya?” tiba-tiba saja kau sudah berdiri di depanku. “For Free?” aku kaget. Si gadis tersenyum, “Yap! For Free! Gratis alias teu kudu mayar!” Aku mengernyitkan dahi mendengar kalimat terakhir yang agak aneh di telingaku: gratis dan teu kudu mayar! Gratis, aku tahu. Tapi, “teu kudu mayar?” Aku cuma bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Di hari ketiga aku berkesempatan mengunjungi rumahmu. Banyak tanaman hias bergantungan dari tiang-tiang rumah. Kecil dan mungil. Dan aku dibuat tercengang dengan apa yang kudapati di rumah ini. Kau ternyata hanya hidup berdua saja dengan adikmu. Kau bilang orang tuamu sudah tak ada, sungguh aku terhenyak mendapati itu semua hingga tak lagi bisa berfikir bagai mana kau bisa menghidupi diri. “Kami dapat beasiswa. Aku juga nyambi jadi guide. Setiap aku berhasil membawa tamu menginap, aku mendapat komisi”. Aku tercengang. Aku tak mampu berbuat apa-apa. Pertemuanku dengan engkau membuatku seperti berada di dunia lain, yang tidak pernah aku rasakan.
Ada nilai-nilai yang selama ini aku abaikan. Nilai kemanusiaan yang utuh, yang tak pernah aku rasakan di Amerika, bersama teman-teman di kampusku. Bersama dengan Diana, pacarku. Bahkan bersama papa dan mama. Uang begitu mudah aku peroleh dan aku hambur-hamburkan sesuka hati. Aku kembali berfikir tentang semua yang pernah kujalani, bersama papa, mama, teman-temanku juga bersama Diana. Papa adalah seorang pejabat kedutaan yang selalu berganti tugas ke berbagai negara, sementara mama juga sibuk mendampingi papa mengikuti berbagai aktifitas di tempat papa ditugaskan. Karena alasan di atas tersebut aku jadi buta tentang negeri leluhurku, Indonesia.
Sepanjang hidupku, aku baru sekali berpacaran dengan gadis Indonesia. Tapi, Diana bukan gadis Indonesia asli. Dia sudah multikultur dan jauh lebih Amerika ketimbang gadis Amerika sendiri. Dan aku merasa bosan berpacaran dengan Angel. Tak ada sesuatu yang bisa mengisi relung hatinya. Hampa. Semu. Seperti jika dia sedang menenggak bir, lalu mabuk sesaat, bercumbu, orgasme dan tertidur, saat bangun, semua selesai. Tak tersisa. Sementara kau Aini, begitu anggun, kau penuh keriangan dan kesederhanaan. Kau memiliki harga diri yang teramat tinggi, hingga jabatan tanganku saja tak kau terima dengan serta merta, kau hanya merapatkan kedua telapak tanganmu di dada dan tersenyum penuh suka cita, tetapi kau adalah cahaya kehidupan dalam gelapku. Kau memang tak mudah disentuh tapi kau tak ragu memberi penerangan pada kehidupanku, kau seperti pualam, mahal dan tak bisa sembarangan disentuh.
Setahun lalu aku memang tak pernah menyadari apa yang terjadi, tapi saat ini aku begitu rindu sosokmu, begitu rindu senyum cerahmu yang tulus, tawa riangmu yang penuh makna, semangat hidupmu yang begitu bergelora, bukan hanya untukmu tapi untuk semua yang ada disekitarmu. Sungguh aku baru sadar jika aku jatuh cinta padamu, jatuh cinta sejak setahun lalu hingga kini aku ingin kembali bertemu.
anak ke dua lbh sukse ke hidupan nya
Anak ke
berapakah Anda Sebuah penelitian
menemukan posisi anak memainkan
peran dalam keberhasilan di masa
depan. Dalam penelitian itu
menunjukkan anak kedua lebih sukses dibanding anak pertama. Mau
tau alasannya Sebuah penelitian baru di Universitas
Cambridge menunjukkan bahwa
perdebatan antara saudara laki-laki
dan perempuan benar-benar
meningkatkan keterampilan sosial,
kosakata, dan perkembangannya. Selain itu persaingan antar saudara
juga dapat meningkatkan
perkembangan mental dan emosional. Dr Claire Hughes, dari Newnham
College, Cambridge, mengatakan
dalam siaran persnya. "Bukti kami
menunjukkan pemahaman sosial
anak-anak dapat dipercepat oleh
interaksi mereka dengan saudara kandung dalam banyak kasus". "Saudara yang lebih agresif adalah
mereka yang sering membantah dan
anak yang lebih tua menempatkan
anak yang lebih muda di bawahnya
sehingga semakin membuat mereka
belajar pelajaran yang kompleks tentang komunikasi dan seluk-beluk
bahasa," jelas Hughes. Dalam penelitian ini, sebanyak 140
anak-anak berusia antara 2 hingga 6
tahun dianalisa perkembangan
kognitif dan sosial mereka selama lima
tahun. Para peneliti membawa anak-
anak dari keluarga berpenghasilan rendah dan keluarga dengan orangtua
remaja. Sekitar 43 persen dari anak-
anak yang disurvei memiliki ibu yang
merupakan anak pertama sewaktu
remaja, dan 25 persen berasal dari
keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Berbagai macam tes telah dilakukan
termasuk pengamatan video dari
perilaku mereka, dan kuesioner
dengan orangtua, guru, dan anak-
anak sendiri. Peneliti berpandangan bahwa
jatuhnya anak-anak mengembangkan
persaingan mereka dan membantu
mereka membentuk hubungan sosial
di kemudian hari. "Ketika anak-anak
berdebat dalam sebuah kasus membuat mereka benar-benar
mendapatkan manfaat dari
konfrontasi," katanya. "Orangtua yang lelah dengan
pertengkaran di antara anak-anak
yang terus menerus harus mengambil
kenyamanan, faktanya bahwa anak-
anak mereka sedang belajar
pentingnya keterampilan sosial". "Saudara kedua berbuat lebih baik
dalam pengujian kami, dan anak-anak
yang memiliki pemahaman sosial yang
lebih baik yang menjadi lebih populer
di kemudian hari". "Pandangan tradisional menunjukkan
memiliki saudara laki-laki atau
perempuan menyebabkan banyak
kompetisi untuk mendapatkan
perhatian orangtua dan cintanya". Hughes menambahkan, "Anak-anak
bisa mengajar orang dewasa beberapa
hal karena mereka sering
menyelesaikan perselisihan dengan
cepat agar dapat bermain kembali,"
jelasnya. "Anak-anak bisa menyadari keadilan
antara mereka dan saudara mereka
yang sulit dikelola orangtua, tapi
perilaku ini hanya menunjukkan
berapa besar kepedulian mereka". Hughes mengatakan, anak-anak yang
memiliki performa terbaik dalam
melaksanakan tugas yang dirancang
peneliti berada pada usia enam tahun.
Mereka berasal dari keluarga yang
ibunya melakukan percakapan dengan menguraikan ide-ide,
menyorot perbedaan dalam sudut
pandang atau menyesuaikannya
dengan kesenangan anak. "Banyaknya perhatian yang telah
diberikan berdampak
menguntungkan bagi anak-anak yang
terlibat banyak percakapan dalam
keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa
kita perlu fokus pada dasar dan kualitas percakapan itu
juga,"pungkasnya.
berapakah Anda Sebuah penelitian
menemukan posisi anak memainkan
peran dalam keberhasilan di masa
depan. Dalam penelitian itu
menunjukkan anak kedua lebih sukses dibanding anak pertama. Mau
tau alasannya Sebuah penelitian baru di Universitas
Cambridge menunjukkan bahwa
perdebatan antara saudara laki-laki
dan perempuan benar-benar
meningkatkan keterampilan sosial,
kosakata, dan perkembangannya. Selain itu persaingan antar saudara
juga dapat meningkatkan
perkembangan mental dan emosional. Dr Claire Hughes, dari Newnham
College, Cambridge, mengatakan
dalam siaran persnya. "Bukti kami
menunjukkan pemahaman sosial
anak-anak dapat dipercepat oleh
interaksi mereka dengan saudara kandung dalam banyak kasus". "Saudara yang lebih agresif adalah
mereka yang sering membantah dan
anak yang lebih tua menempatkan
anak yang lebih muda di bawahnya
sehingga semakin membuat mereka
belajar pelajaran yang kompleks tentang komunikasi dan seluk-beluk
bahasa," jelas Hughes. Dalam penelitian ini, sebanyak 140
anak-anak berusia antara 2 hingga 6
tahun dianalisa perkembangan
kognitif dan sosial mereka selama lima
tahun. Para peneliti membawa anak-
anak dari keluarga berpenghasilan rendah dan keluarga dengan orangtua
remaja. Sekitar 43 persen dari anak-
anak yang disurvei memiliki ibu yang
merupakan anak pertama sewaktu
remaja, dan 25 persen berasal dari
keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Berbagai macam tes telah dilakukan
termasuk pengamatan video dari
perilaku mereka, dan kuesioner
dengan orangtua, guru, dan anak-
anak sendiri. Peneliti berpandangan bahwa
jatuhnya anak-anak mengembangkan
persaingan mereka dan membantu
mereka membentuk hubungan sosial
di kemudian hari. "Ketika anak-anak
berdebat dalam sebuah kasus membuat mereka benar-benar
mendapatkan manfaat dari
konfrontasi," katanya. "Orangtua yang lelah dengan
pertengkaran di antara anak-anak
yang terus menerus harus mengambil
kenyamanan, faktanya bahwa anak-
anak mereka sedang belajar
pentingnya keterampilan sosial". "Saudara kedua berbuat lebih baik
dalam pengujian kami, dan anak-anak
yang memiliki pemahaman sosial yang
lebih baik yang menjadi lebih populer
di kemudian hari". "Pandangan tradisional menunjukkan
memiliki saudara laki-laki atau
perempuan menyebabkan banyak
kompetisi untuk mendapatkan
perhatian orangtua dan cintanya". Hughes menambahkan, "Anak-anak
bisa mengajar orang dewasa beberapa
hal karena mereka sering
menyelesaikan perselisihan dengan
cepat agar dapat bermain kembali,"
jelasnya. "Anak-anak bisa menyadari keadilan
antara mereka dan saudara mereka
yang sulit dikelola orangtua, tapi
perilaku ini hanya menunjukkan
berapa besar kepedulian mereka". Hughes mengatakan, anak-anak yang
memiliki performa terbaik dalam
melaksanakan tugas yang dirancang
peneliti berada pada usia enam tahun.
Mereka berasal dari keluarga yang
ibunya melakukan percakapan dengan menguraikan ide-ide,
menyorot perbedaan dalam sudut
pandang atau menyesuaikannya
dengan kesenangan anak. "Banyaknya perhatian yang telah
diberikan berdampak
menguntungkan bagi anak-anak yang
terlibat banyak percakapan dalam
keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa
kita perlu fokus pada dasar dan kualitas percakapan itu
juga,"pungkasnya.
Rabu, 01 Desember 2010
salim dan ibu muda
Si Salim naik busway dan duduk disebelah ibu
muda cantik dan sexy.
Kebetulan ibu muda itu baru mulai hendak
menyusui bayinya.
Tapi ketika si ibu muda hendak menyusui, si bayi
menolaknya..
Si ibu muda berkata ” ayo sayang diminum, entar
mama kasih sama om yg disebelah loh”…
Sepuluh menit kemudian bayi masih saja tidak
mau minum asi.
Si ibu muda membujuk lagi “ayo dong sayang
diminum susunya… nanti mama kasih om yg
disebelah beneran loh…”
Tiba2 si Salim bicara kepada si ibu muda ” Dengar
ya mbak..tolong mbak cepat ambil keputusan..
Saya mestinya sudah turun di 4 halte
sebelumnya..
muda cantik dan sexy.
Kebetulan ibu muda itu baru mulai hendak
menyusui bayinya.
Tapi ketika si ibu muda hendak menyusui, si bayi
menolaknya..
Si ibu muda berkata ” ayo sayang diminum, entar
mama kasih sama om yg disebelah loh”…
Sepuluh menit kemudian bayi masih saja tidak
mau minum asi.
Si ibu muda membujuk lagi “ayo dong sayang
diminum susunya… nanti mama kasih om yg
disebelah beneran loh…”
Tiba2 si Salim bicara kepada si ibu muda ” Dengar
ya mbak..tolong mbak cepat ambil keputusan..
Saya mestinya sudah turun di 4 halte
sebelumnya..
Jumat, 19 November 2010
Duka Mentawai dan Sleman, Duka Kita Semua!!
Apa kabar Indonesia?
Saat ini kusaksikan engkau kembali berduka
Di sisa tahun ini, Tuhan kembali mengujimu
dengan bencana
Belum pupus luka kau rasa oleh ulah penghancur
bangsa,
kini air matamu kembali terkuras untuk bangsa
tercinta
Apa kabar Indonesia?
Mentawai dan Sleman, sedang porak-poranda
Ratusan nyawa terpisah dari raga
Ribuan jiwa tak tahu hendak kemana
Gelombang besar tlah meluluhlantakkan pulau
naungan mereka
Debu panas membakar dan melepuhkan jiwa
Apa kabar Indonesia?
Masih kokohkah engkau menghadapi semua?
Saat ini kusaksikan engkau kembali berduka
Di sisa tahun ini, Tuhan kembali mengujimu
dengan bencana
Belum pupus luka kau rasa oleh ulah penghancur
bangsa,
kini air matamu kembali terkuras untuk bangsa
tercinta
Apa kabar Indonesia?
Mentawai dan Sleman, sedang porak-poranda
Ratusan nyawa terpisah dari raga
Ribuan jiwa tak tahu hendak kemana
Gelombang besar tlah meluluhlantakkan pulau
naungan mereka
Debu panas membakar dan melepuhkan jiwa
Apa kabar Indonesia?
Masih kokohkah engkau menghadapi semua?
Kamis, 11 November 2010
sendiri
kenapa merasa sndiri diantara keramaian..
Tlah qu coba untk menyesuaikan..
Ternyata...
Msih sja aq sendiri
tak ada yg mengerti bgaimana aq orng nya..
Atau mreka tdk ingin tw..
Smpai kpn kah aq trus ada dlm keadaan yg sulit
seperti ini..hdup ditengah2 keramaian tp tetap
SENDIRi...
Apa aq yg hrus dibedakan...
Diantara mereka...dan slalu
Disalahkan..slalu..dan slalu..
Bnar..benar tak bz qu mengerti smw ini...
Tlah qu coba untk menyesuaikan..
Ternyata...
Msih sja aq sendiri
tak ada yg mengerti bgaimana aq orng nya..
Atau mreka tdk ingin tw..
Smpai kpn kah aq trus ada dlm keadaan yg sulit
seperti ini..hdup ditengah2 keramaian tp tetap
SENDIRi...
Apa aq yg hrus dibedakan...
Diantara mereka...dan slalu
Disalahkan..slalu..dan slalu..
Bnar..benar tak bz qu mengerti smw ini...
Senin, 25 Oktober 2010
pandaisikek
Menurut legenda, Nagari Pandaisikek sudah lama sekali, bahkan ada yang mengatakan sudah berumur lebih dari seribu tahun. Tapi itu sulit diterima karena tidak ada bukti sejarah yang pasti.Menurut tambo (catatan sejarah Minang Kabau), Daerah yang pertama kali dihuni oleh masyarakat Minang Kabau adalah taratak- taratak (suatu pemukiman yang penduduknya lebih kecil dari dusun) yang terletak di lereng gunung merapi dan gunung singgalang. Taratak merupakan ladang yang dikerjakan oleh para pendatang dari berbagai tempat dan sekaligus merupakan tempat tinggal mereka (tempat bermalam). Jadi belum lagi disebut sebagai kampung. Yang dimaksud ladang disini adalah bertani atau bercocok tanam, yang mana tanamannya berupa tanaman berumur pendek sehingga hasil panen langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga (Misal padi gogo), dan masih menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, kampak, parang dan sebagainya , belum lagi menggunakan peralatan modern dan berteknologi tinggi seperti yang kita jumpai saat in. Akan tetetapi bukan berarti mereka manusia purba yang menggunakan kampak dari batu dan tinggal diatas pohon-pohon atau gua. Kejadian ini berlangsung terus-menerus, dan ini adalah suatu proses alami yang menyangkut integritas manusia dengan alam sesuai perkembangan populasi manusia. Dalam Buku Budaya Alam Minang Kabau dijelaskan bahwa masyarakat taratak masih terkait dengan Nagari yang menjadi induknya. Akan tetapi mungkin saja tidak demikian, sebab taratak merupakan cikal bakal terbentuknya sebuah nagari. Begitu juga halnya dengan Nagari Pandaisikek, kalau ditanya mana yang kebih dulu jorong Baruah dengan jorong Tanjuang, sebagian akan mengatakan bahwa jorong Baruah lah yang lebih dahulu, dengan alasan pusat pemerintahan Nagari Pandaisikek dahulunya terletak di Jorong Baruah. Akan tetapi kita tidak pernah menjumpai adanya taratak di Jorong Baruah, justru kita menjumpai taratak di Jorong Tanjuang, ini dibuktikan dengan adanya sebuah pemukiman yang bernama taratak yang terletak di Jorong tersebut. Akan tetapi sebenarnya taratak-taratak tersebut tersebar disepanjang lereng gunung singgalang seperti : di jorong Kototinggi bagian utara, jorong Tanjuang bagian utara dan di Jorong Pagu-pagu utara sampai selatan. Alasan lain adalah dimana kalau kita tinjau dari nama masing-masing jororng yang ada di Nagari Pandaisikek. Baruah misalnya, kata baruah berarti bawah atau lebih rendah, kata Baruah tidak mungkin disebut pertama kali oleh masyarakat Baruah itu sendiri. melainkan pasti disebut oleh masyarakat yang pemukimannya lebih tinggi seperti Tanjuang, Kototinggi dan Pagu-pagu. Begitu juga sebaiknya, tidak mungkin nama Kototinggi disebut oleh masyaratat yang tinggal di Kototinggi untuk pertama kalinya, melainkan disebut dan dinamai oleh masyarakat yang tinggalnya lebih rendah dari Kototinggi, begitu juga dengan nama Jorong yang lainnya seperti Tanjuang dan Pagu-pagu. Masa Mendidirkan Kampung Di taratak-taratak, penduduknya tinggal di rumah- rumah kecil (pondok) yang didirikan di tengah ladang atau di pinggir-pinggir ladang, yang mana jarak antara pondok satu ke pondok yang lain relatif berjauhan. Sehingga kontak dan komuniksasi antar penghuni taratak sangat kurang, dengan arti kata belum lagi hidup bermasyarakat. Kondisi seperti ini menimbulkan ide dari penghuni tararak untuk mendirikan suatu pemukiman tetap yang jarak antara satu rumah ke rumah yang lain relatif berdekatan. Sehingga dengan demikian lahirlah suatu pemukiman atau kampung yang penduduknya hidup bermasayarakt. berdampingan dan saling tolong menolong satu sama lain. Lokasi yang dipilih untuk perkampungan ini biasanya terletak di punggung bukit, tanahnya keras dan kering serta tidak dipakai untuk ladang atau persawahan. Perkampungan seperti inilah yang kemudian disebut dengan Istilah Dusun Perkampungan yang pertama kali didirikan adalah di Guguak Lagundi dan di Jarek. Kemudian didirikan lagi perkampungan lain yang letaknya lebih baik yaitu di Tanjuang, yang akhirnya semua pendududk Guguak Lagundi dan Jarek pindah ke Tanjuang. Sekarang tidak lagi ditemukan perkampungan di Guguak Lagundi dan Jarek, akan tetapi di Jarek saat ini masih ada sebuah tempat yang disebut Rumah Baukie. Cara mendirikan perkampungan ini tergolong unik. Dimana penghuni taratak-taratak tersebut terdiri dari berbagai macam suku dan datangnya dari berbagai tempat yang berjauhan. Sudah pasti pendirian kampung tersebut adalah dengan melalui musyawarah kesepakatan. Tanjuang misalnya, tempat tersebut telah dikapling-kapling untuk suku Sikumbang, Koto, Guci dan sebagainya. Kaplingan tersebut saling berdekatan, seolah-olah satu suku satu kaplingan. Dalam berbagai sumber dikatakan bahwa kaplingan persukuan inilah yang lebih populer disebut dengan istilah Sasok Jarami. Pada perkembangan selanjutnya persukuan yang memiliki tanah kaplingan lebih dari kebutuhan tempat tinggal dan ladang. Persukuan tersebut akan menjadikan kaplingan tersebut sebagai tanah kuburan Persukuan. Dan inilah yang disebut dengan Pandam Pakuburan. Catatan : Hal ini tidak bisa kita pungkiri, yang mana bukti sejarah tersebut sampai sekarang masih ada. Kita bisa melihat deretan tanah sawah atau ladang tebu yang berjejer dari utara keselatan dimiliki oleh suatu persukuan tertentu dan kemudian berbatasan dengan deretan tanah sawah atau ladang milik persukuan lain. Kemungkinan lain, dimana yang pertama kali mendirikan suatu perkampungan cuma satu persukuan saja. Misalnyo di Guguak Lagundi, sampai sekarang masih ada sebuah tempat yan
Langganan:
Komentar (Atom)